![]() |
| Ilustrasi ruang kelas. (by freepik) |
Tahukah Ulumers, perasaan luar biasa saat memasuki rumah seseorang dan langsung terasa seperti rumah? Itulah ekspektasi yang ingin kita bangun untuk ruang kelas. Bukan ruang kaku yang dingin tempat anak-anak menghitung mundur menit-menit sebelum mereka bisa keluar.
Sebagian kita mungkin pernah berada di ruang kelas yang menyebalkan itu. Lampu yang menyala-nyala sampai bikin pusing. Kursi plastik yang bikin punggung pegal setelah sepuluh menit. Dinding kosong yang menggemakan setiap suara kecil. Tapi kita juga pernah melihat yang sebaliknya: ruangan yang begitu nyaman sampai-sampai murid-murid masih berkeliaran setelah bel berbunyi.
Tata ruang kelas berperan separuh dari pekerjaan mengajar. Itulah mengapa kita perlu membuatnya nyaman dan menyenangkan, dan semuanya akan jauh lebih mudah. Anak-anak lebih fokus. Masalah perilaku hampir hilang. Bahkan orang tua berkomentar betapa senangnya anak-anak mereka berada di kelas.
Kita tidak perlu banyak uang untuk membuat ruang kelas nyaman. Kebanyakan perubahan yang nyaman datang dari kreativitas dan penataan ulang barang-barang.
Ide lainanya adalah, setiap ruang kelas yang baik membutuhkan setidaknya satu sudut di mana anak-anak bisa asyik membaca buku. Bukan sekadar tumpukan buku di belakang, melainkan tempat yang benar-benar nyaman dan terasa istimewa.
Ciptakan suasana privat tanpa membangun dinding sungguhan. Gantungkan tirai tipis di langit-langit, letakkan rak buku menyamping, apa pun yang cocok. Anak-anak senang memiliki ruang pribadi mereka sendiri.
Isi dengan berbagai jenis buku untuk berbagai tingkatan. Ya, sediakan buku bergambar bahkan untuk anak-anak yang lebih besar. Terkadang, hari yang berat membutuhkan bacaan yang nyaman dan familiar.
Tambahkan sentuhan-sentuhan kecil seperti keranjang pembatas buku, mungkin meja kecil di samping, bahkan beberapa permen jika sekolahmu mengizinkannya. Menunjukkan bahwa kamu peduli untuk membuat ruangan itu istimewa.
Pamerkan Karya Siswa dengan Bangga
Tempat yang paling nyaman terasa seperti ditinggali, tidak seperti museum di mana kita tidak bisa menyentuh apa pun. Karya siswa seharusnya ada di mana-mana, tetapi dipajang seolah-olah benar-benar penting.
Membingkai karya seni mereka, alih-alih hanya menempelkannya di dinding, menunjukkan bahwa Anda menganggap karya mereka penting dan layak dilindungi.
Ambil foto-foto kunjungan lapangan, momen-momen lucu di kelas, dan acara-acara spesial. Buatlah dinding foto tempat anak-anak dapat melihat diri mereka sebagai bagian dari cerita di dalam kelas.
Sediakan area di mana anak-anak dapat berbagi hal-hal yang mereka syukuri atau mengajukan pertanyaan yang ingin mereka ketahui. Area ini selalu berubah dan menjaga suasana ruangan tetap terasa kekinian.
Biarkan mereka berkontribusi pada tampilan dan nuansa ruangan. Ketika anak-anak merasa memiliki, mereka akan jauh lebih peduli terhadap segala sesuatunya.
Kemudian, menyangkut teknologi, kita membutuhkan teknologi untuk pembelajaran modern, tetapi teknologi tidak boleh mengalahkan perasaan hangat dan personal yang ingin kita ciptakan.
Demikianlah para Ulumers, bahwa ruang kelas bisa menjadi ruang belajar yang paling nyaman dan ramah di sekolah. Mulailah dari yang kecil, berkreasilah, dan ingatlah bahwa antusiasme dalam menciptakan ruang di mana setiap siswa merasa dihargai adalah penentu terbesar.
Menciptakan suasana nyaman hanyalah permulaan. Menjaga suasana yang nyaman sepanjang tahun ajaran membutuhkan perencanaan untuk membersihkan, memperbaiki, dan menyegarkan semuanya.
Penulis Manpreet Singh, numberdyslexia.com
Diedit seperlunya oleh Bunda Linda

